Pengikut Blog Panglima

10 September 2013

Dr Qardhawi: Sayid Quthb Bertanggung Jawab atas Berkembangnya Islam Radikal Tajhil & Takfir

Panglima : 

Sayid Qutb idola PAS di Malaysia begitu juga pejuang Islam yang tidak mengenali siapa dia sebenar.

Mengenali latar belakang ulama sangat penting kerana kita boleh terpedaya jika tidak teliti mengenainya.

Baca artikel kecaman Yusuf Qaradawi tentang Sayid Qutb (yang bukan keturunan Nabi seperti orang diberi gelaran Syed di Malaysia)



Yusuf Qaradhawi hingga tahun 2009 relatif masih lurus. Bahkan turut mengecam Sayyid Quthb yang menurutnya berpaham ekstrim. Sayang sejak Bughot di Libya tahun 2011 dan diikuti Bughot di Suriah serta konflik Mesir, Qaradhawi juga ikut2an takfir dengan mengeluarkan fatwa mati untuk Qaddafi dan juga Semua Pendukung Assad termasuk ulama.

Qardhawi: Quthb Bertanggung Jawab atas Berkembangnya Islam Radikal
Senin, 10 Agustus 2009, 23:52 WIB
Pernyataan Qardhawi ini disampaikan dalam dialog dengan Dr Dhia Rishwan, peneliti gerakan Islam terkemuka asal Mesir, dalam program acara televisi "Manabir wa Madafi" (Mimbar dan Debat) yang disiarkan oleh kanal al-Fara'in Mesir pada Jumat (7/8), sebagaimana dilansir IslamOnline.net.

Dari Moderat ke Konservatif

Menurut Qardhawi, Sayyid Quthb bergabung dan aktif di organisasi al-Ikhwan al-Muslimun sejak awal tahun 50-an atas dasar ketertarikan dan kekagumanya pada Ikhwan. Pada mulanya, Quthb berpemikiran moderat dan selaras dengan Ikhwan, namun lama kelamaan, Quthb berubah menjadi lebih konservatif. Perubahan ini terjadi pada akhir-akhir masa hidupnya, khususnya dalam kitab tafsir Fi Dzilal al-Qur'an (Dalam Naungan Alquran) dan kitab Ma'alim fi at-Thariq (Rambu-Rambu Jalan). Perubahan ini juga sangat jelas terbaca ketika kita bandingkan Dzilal cetakan pertama dan cetekan keduanya, pada cetakan kedua lah mulai muncul pemikiran hakimiyah (masyarakat hukum) dan jahilyah (masyarakat jahiliyah.

"Ahlussunnah tidak pernah condong kepada takfir, tidak sebagaimana yang sering dilakukan oleh sekte Khawarij," jelas Qardhawi.

Pemikiran takfir tersebut, lanjut Qardhawi, berkembang ketika ia mendekam di penjara. Kondisi ini cukup memengaruhi pemikiranya. Quthb menganggap pemerintah yang ada sebagai komunis dan jauh dari agama.


Baca selanjutnya : 

http://kabarislam.wordpress.com/2013/09/09/qardhawi-quthb-bertanggung-jawab-atas-berkembangnya-islam-radikal/


Sent from my iPhone
Catat Ulasan